
Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) Kantor Layanan Banyumanik meluncurkan program filantropi pendidikan yang bertajuk "Beasiswa Yatim & Dhuafa (TK-SMA)". Program ini dirancang secara kontekstual untuk menyambut Tahun Ajaran Baru di sekolah. Lazismu Banyumanik mengadakan program ini sebagai jembatan solidaritas publik guna menggalang dana dari para donatur yang akan dialokasikan langsung untuk menyokong keberlanjutan pendidikan anak-anak yatim serta kalangan dhuafa yang mengalami keterbatasan finansial, mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Skema bantuan dalam program beasiswa ini dibagi menjadi dua kategori pembiayaan utama yang disesuaikan dengan kebutuhan riil peserta didik di lapangan. Kategori pertama berfokus pada biaya operasional rutin dan logistik harian siswa, yang mencakup pembiayaan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP), pemenuhan kebutuhan penunjang sekolah, serta bantuan transportasi. Nominal donasi atau penyaluran yang ditetapkan untuk kategori pertama ini berada pada rentang Rp 100.000 hingga Rp 300.000. Sementara itu, kategori kedua dialokasikan khusus sebagai Bantuan Pembelian Seragam, sebuah komponen biaya yang sering kali menjadi beban krusial bagi keluarga kurang mampu saat memasuki tahun ajaran baru. Nilai nominal yang dianggarkan untuk bantuan seragam ini memiliki skala yang lebih besar, yaitu berkisar antara Rp 1.000.000 hingga Rp 2.000.000 per paket bantuan, guna memastikan kualitas dan kelayakan perlengkapan yang diterima oleh penerima manfaat.
Program ini membawa misi untuk menurunkan angka putus sekolah di wilayah Banyumanik dan sekitarnya akibat kendala ekonomi. Pendekatan intervensi finansial yang terukur pada komponen biaya SPP, transportasi, dan seragam merupakan langkah taktis untuk mengatasi hambatan aksesibilitas pendidikan secara langsung. Keberhasilan program ini bergantung pada pemenuhan target penggalangan dana dari masyarakat sipil (donatur individu maupun institusi). Dengan pengelolaan yang akuntabel oleh Lazismu, program ini tidak hanya berfungsi sebagai bentuk jaminan sosial berbasis keagamaan, melainkan juga sebagai instrumen investasi sumber daya manusia jangka panjang yang valid dalam memutus rantai kemiskinan struktural melalui jalur pendidikan formal.
![]()
Menanti doa-doa orang baik